Pages

Selasa, 13 Maret 2012

Cinta Beda 1 Jam

 “ayoo main rek...”, ajak Acin
“ayooo... aku ikut dunk!”, sahut Dian
“cewek gag bisa maen bola, pergi sana!”, ejek Ernesta
“pergi sana, maen sama temen temen mu cewek itu napa!”, timpal Galih
“yaaahhh... aku bosen nich, selalu maen petak umpet sm mereka. Kelihatanya maen bola menarik”, rengek dian yang memang sangat tomboi sebagai cewek SD seusiannya.
“alesan... bilang aja mau deket deket sama Bian kan... hahahaaaa”, ejek Ernesta
“gag yaaa... murid pindahan tu gag menarik buatku”, kata Dian membela diri

Akhirnya setelah mereka berdebat sangat lama, diputuskan bahwa Dian bisa ikut maen bola dengan syarat hanya menjadi pemain pengganti. Tapi sayangnya, sampai permainan berakhir dia tidak bisa menggantikan pemain utama, karena mereka tidak ingin ada perempuan yang mengganggu permainan mereka. Sungguh sangat disayangkan. Acin, Ernesta, Galih tertawa terbahak bahak ketika mengetahui Dian pergi ke kelas dengan mulut tersungut sungut.

“hahahahaaaa....”, tawa Galih ketika mengetahui kepergian dian disusul tawa teman teman yang lain.
“hiks... hiks... jahatnya mereka. Padahal aku hanya ingin ikut bermain”, tangisan dian yang tidak ada seorang pun tahu karena di kelas hanya ada dia seorang.

Dengan peristiwa main bola kemarin tidak menyurutkan ke tomboian dian sebagai cewek. Dia semakin berani dengan teman laki-lakinnya. Bahkan dia sempat berantem, adu mulut, dengan mereka. Motto Dian saat ini adalah membela hak anak anak perempuan di kelas. Teman laki laki mereka selalu saja membuat ulah dengan anak perempuan. Suka  jahil, bahkan bisa sampai membuat menangis.

“nakallll.... hiks... hiks...”, jerit Ella ketika dijahili oleh Ernesta
“kalau kau berani, jangan buat nangis donk!”, Dian berteriak ke Ernesta sambil menggebrak meja.

Ernesta tidak peduli. Dan tetap saja tertawa dengan Galih dan Acin. Tentu saja itu membuat Dian semakin jengkel pada geng yang mereka sebut itu “Geng Gagak”. Sungguh nama geng yang aneh pikir dian saat mengetahui mereka membentuk geng gagak.

“plak...”
“hei... apa apaan kamu???”, tanya Ernesta sambil meringis kesakitan karena pipinya di tampar Dian
“bilang minta maaf nda sama Ella”, pinta Dian
“cewek kurang ajar”, sahut Galih sambil bersiap-siap membalas perlakuan dian ke teman satu gengnya.
“minta maaf sm Ella, cepat”, sahut Dian sambil membawa Eella ke depan Geng Gagak
“maaF”, sahut Ernesta pelan sambil msih memegangi pipinya

 Ternyata apa yang telah Dian lakukan itu membuat geng gagak semakin beringas. Dan itu tidak diketahui oleh Dian. Yang dian pikirkan saat itu hanya membela teman perempuannya tp ternyata salah. Teman teman perempuannya semakin sering dijahati oleh Geng Gagak.

“ehhh... ada 2 murid pindahan lhooo”, kata Rika
“mana mana?”, sahut Dian dengan cepat

SD swasta memang biasa banyak murid pindahan. Dalam satu bulan bisa jadi ada 2 sampai 4 murid pindahan. Entah yang datang maupun pergi. Dan setelah seminggu yang lalu bian pindah kesini, sekarang ada dua murid laki laki lagi yang pindah juga. Ternyata bernama Vino dan Putra.

“aku Vino, dari Jogja”, saat Vino berkenalan di depan kelas
“aku Putra, dari Banyuwangi”, saat Putra memperkenalkan diri

Pikir Dian dalam hati, “mereka sangat tampan, pasti nanti kalau udah gedhe mereka seperti artis artis di tv tv itu”.

 Pertemuan mereka ternyata harus dipissahkan dengan kenaikan tingkat dari SD ke SMP. Semuanya berpencar pergi ke sekolah yang mereka inginkan. Dian mendengar kalau Triple G (Geng Gagak) tetap bersama, dan melanjutkan di sebuah SMP Negeri di Surabaya. Sedangkan Dian sendiri melanjutkan di SMP swasta. Semuanya berpencar dan hanya sedikit yang masih berhubungan dan memberi kabar. Meskipun ketika hari raya Idul Fitri, kadang juga diadakan Halal Bihalal untuk mempertemukan teman teman lama, tapi tidak semua teman bisa datang.

“hai..”, sapa Dian
“hai... jadi cantik kamu Di”, kata Vino ketika bertemu saat Halal Bihalal
Memang, Dian berubah dramatis. Dulu dia sangat tomboi di SD, sekarang dia memakai kerudung dan berubah tingkahnya.
“heheheee...”, ngejek yaaaa
“beneran kug... eh, td aq liyad Putra low, dia tambah keren”, kata Vino

Pikir Dian dalam hati “darimana Vino tau aku punya rasa sama Putra” mngkin tu hanya candaan biasa.

2 tahun berlalu dengan cepat. Dian melanjutkan kuliah ke malang. Dan dia seperti menghilang tanpa jejak. Tidak banyak yang tahu kalau dian kuliah di malang. Dian dan vino memang jadi dekat sebagai teman saat ini. Menjadi teman berbagi cerita dan hanya itu saja. Tidak lebih.

vin... maen ke malang yukk             (08.15)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              
ngapain, di bali enak kug... hahahaaa...               (09.17)
jahat dech... di sini jg enak low, dingiiin gt...                    (08.21)
ahhh yaa yaaa... kpn kpn dech, klo udah pulang                        (09.23)

Mereka saat ini hanya bisa bercakap lewat sms saja dan itu pun hanya kadang-kadang saja. Sudah 1 tahun sejak pertemuan terakhir, saat Vino diterima di sebuah perguruan tinggi di bali.

Kehidupan antara Dian dan Vino berjalan seperti biasannya. Sebagai teman yang akrab. Sebagai teman untuk curhat. Sebagai teman untuk berbagi kisah. Tapi tidak untuk saat ini.

Miss u...          (21.03)
Waahhhh... sebagai apa nich???               (20.11)
Part of my heart, can i???               (21. 23)
Maybe, J       (20.33)

Tidak tahu apa yang sedang terjadi. Bagi Dian saat ini, dya memang merasa nyaman dengan Vino. Tapi Dian baru saja mengalami masa masa yang sulit karena ditinggal pergi oleh orang yang disayangnya. Kakak tingkat dia di jurusan, sekaligus kakak yang dia sayang, meskipun bukan sebagai pacar telah pergi. Telah pulang ke tempatnya yang abadi di syurga sana. Dan itu masih saja membuat luka yang dalam bagi dian.

Dear diary,
Dee, tau nda... tadi Vino sms yang sangat aneh ke aku. Apa mungkin dia suka sama aku yaaa... heheheee... mimpi kali yeee, J. Memang, aku nyaman bersana dia. Tapi dia selama ini hanya kuanggap sebagai teman akrab ku. Teman dekatku. Teman ku berbagi cerita. Dan hanya teman.
Dee... aku masih ingat sama Kak Rizal. Kenapa Kak Rizal pergi secepat itu dee... kenapa harus pergi sebelum dia tau aku sayang sama dia. Kenapa dee???

Dian hanya bisa menangis dan menangis saat menulis buku diary nya. Tidak tidak ingin melukai siapapun terlebih orang yang dia sayang. Dian merasa harus jujur ke Vino, kalau untuk saat ini dia hanya ingin sendiri dulu. Dia ingin memulai hidup yang baru. Belum dengan perasaan cinta yang baru, karena dia tidak inggin menjadikan vino sebagai pengganti mz rizal. Dian tidak ingin seperti itu.

Boleh aku jujur Vin? (22.30)
Boleh Di... apa??? (23.35)
Aku mungkin... tidak pantas untuk kau sayangi. Untuk kau cintai. Untuk kau perhatikan. Aku belum pantas ituk dapat itu semua. Maavkan aku Vin. (23.59)

Tiga hari berlalu sejak kejujuran yang dialamatkan ke Vino. Tapi tidak ada kabar sama sekali dari Vino. Semua sms tidak ada yang di balas oleh Vino. Dian mencoba membuka fb. Mengetik nama VINO AGUS WARDANA. Ketemu...

Status in relationship with Queen Decasari, sejak 2 hari yang lalu.

Mungkin inilah yang harus Dian alami karena kejujuran yang dia lakukan. Dian menangis atas apa yang telah terjadi. Kemarin dia baru saja dekat dengan Vino. Tapi ternyata kenyataan berbicara lain. Dia sekarang dia jauh dengan Vino. Tidak tahu lagi apakah masih bisa menjadi teman dekat seperti dulu. Tapi di lubuk hati Dian dia berfikir itulah yang terbaik. Biarkan teman yang Dian sayang berbahagia dengan orang lain, dari pada harus bersama dia, yang belum tentu hatinya bisa terbuka untuk Vino. Tidak apa apa kehilangan seorang teman, yang penting dia bisa bahagia dengan orang ya ng disayanginnya sekarang.

xxx
Butterfly
09 March 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar