“ayooo... aku ikut dunk!”, sahut Dian
“cewek gag bisa maen bola, pergi
sana!”, ejek Ernesta
“pergi sana, maen sama temen
temen mu cewek itu napa!”, timpal Galih
“yaaahhh... aku bosen nich,
selalu maen petak umpet sm mereka. Kelihatanya maen bola menarik”, rengek dian
yang memang sangat tomboi sebagai cewek SD seusiannya.
“alesan... bilang aja mau deket
deket sama Bian kan... hahahaaaa”, ejek Ernesta
Akhirnya setelah mereka berdebat
sangat lama, diputuskan bahwa Dian bisa ikut maen bola dengan syarat hanya
menjadi pemain pengganti. Tapi sayangnya, sampai permainan berakhir dia tidak
bisa menggantikan pemain utama, karena mereka tidak ingin ada perempuan yang
mengganggu permainan mereka. Sungguh sangat disayangkan. Acin, Ernesta, Galih
tertawa terbahak bahak ketika mengetahui Dian pergi ke kelas dengan mulut
tersungut sungut.
“hahahahaaaa....”, tawa Galih
ketika mengetahui kepergian dian disusul tawa teman teman yang lain.
“hiks... hiks... jahatnya mereka.
Padahal aku hanya ingin ikut bermain”, tangisan dian yang tidak ada seorang pun
tahu karena di kelas hanya ada dia seorang.
Dengan peristiwa main bola
kemarin tidak menyurutkan ke tomboian dian sebagai cewek. Dia semakin berani
dengan teman laki-lakinnya. Bahkan dia sempat berantem, adu mulut, dengan
mereka. Motto Dian saat ini adalah membela hak anak anak perempuan di kelas.
Teman laki laki mereka selalu saja membuat ulah dengan anak perempuan.
Suka jahil, bahkan bisa sampai membuat
menangis.
“nakallll.... hiks... hiks...”,
jerit Ella ketika dijahili oleh Ernesta
“kalau kau berani, jangan buat
nangis donk!”, Dian berteriak ke Ernesta sambil menggebrak meja.
Ernesta tidak peduli. Dan tetap
saja tertawa dengan Galih dan Acin. Tentu saja itu membuat Dian semakin jengkel
pada geng yang mereka sebut itu “Geng Gagak”. Sungguh nama geng yang aneh pikir
dian saat mengetahui mereka membentuk geng gagak.
“plak...”
“hei... apa apaan kamu???”, tanya
Ernesta sambil meringis kesakitan karena pipinya di tampar Dian
“bilang minta maaf nda sama Ella”,
pinta Dian
“cewek kurang ajar”, sahut Galih
sambil bersiap-siap membalas perlakuan dian ke teman satu gengnya.
“minta maaf sm Ella, cepat”,
sahut Dian sambil membawa Eella ke depan Geng Gagak
“maaF”, sahut Ernesta pelan
sambil msih memegangi pipinya
Ternyata apa yang telah Dian lakukan itu
membuat geng gagak semakin beringas. Dan itu tidak diketahui oleh Dian. Yang
dian pikirkan saat itu hanya membela teman perempuannya tp ternyata salah.
Teman teman perempuannya semakin sering dijahati oleh Geng Gagak.
“ehhh... ada 2 murid pindahan
lhooo”, kata Rika
“mana mana?”, sahut Dian dengan
cepat
SD swasta memang biasa banyak
murid pindahan. Dalam satu bulan bisa jadi ada 2 sampai 4 murid pindahan. Entah
yang datang maupun pergi. Dan setelah seminggu yang lalu bian pindah kesini,
sekarang ada dua murid laki laki lagi yang pindah juga. Ternyata bernama Vino
dan Putra.
“aku Vino, dari Jogja”, saat Vino
berkenalan di depan kelas
“aku Putra, dari Banyuwangi”,
saat Putra memperkenalkan diri
Pikir Dian dalam hati, “mereka
sangat tampan, pasti nanti kalau udah gedhe mereka seperti artis artis di tv tv
itu”.
Pertemuan mereka ternyata harus dipissahkan
dengan kenaikan tingkat dari SD ke SMP. Semuanya berpencar pergi ke sekolah
yang mereka inginkan. Dian mendengar kalau Triple G (Geng Gagak) tetap bersama,
dan melanjutkan di sebuah SMP Negeri di Surabaya. Sedangkan Dian sendiri
melanjutkan di SMP swasta. Semuanya berpencar dan hanya sedikit yang masih
berhubungan dan memberi kabar. Meskipun ketika hari raya Idul Fitri, kadang
juga diadakan Halal Bihalal untuk mempertemukan teman teman lama, tapi tidak
semua teman bisa datang.
“hai..”, sapa Dian
“hai... jadi cantik kamu Di”,
kata Vino ketika bertemu saat Halal Bihalal
Memang, Dian berubah dramatis.
Dulu dia sangat tomboi di SD, sekarang dia memakai kerudung dan berubah
tingkahnya.
“heheheee...”, ngejek yaaaa
“beneran kug... eh, td aq liyad Putra
low, dia tambah keren”, kata Vino
Pikir Dian dalam hati “darimana Vino
tau aku punya rasa sama Putra” mngkin tu hanya candaan biasa.
2 tahun berlalu dengan cepat.
Dian melanjutkan kuliah ke malang. Dan dia seperti menghilang tanpa jejak.
Tidak banyak yang tahu kalau dian kuliah di malang. Dian dan vino memang jadi
dekat sebagai teman saat ini. Menjadi teman berbagi cerita dan hanya itu saja.
Tidak lebih.
vin...
maen ke malang yukk (08.15)
ngapain,
di bali enak kug... hahahaaa... (09.17)
jahat
dech... di sini jg enak low, dingiiin gt... (08.21)
ahhh
yaa yaaa... kpn kpn dech, klo udah pulang (09.23)
Mereka saat ini hanya bisa
bercakap lewat sms saja dan itu pun hanya kadang-kadang saja. Sudah 1 tahun
sejak pertemuan terakhir, saat Vino diterima di sebuah perguruan tinggi di
bali.
Kehidupan antara Dian dan Vino
berjalan seperti biasannya. Sebagai teman yang akrab. Sebagai teman untuk
curhat. Sebagai teman untuk berbagi kisah. Tapi tidak untuk saat ini.
Miss
u... (21.03)
Waahhhh...
sebagai apa nich??? (20.11)
Part
of my heart, can i??? (21.
23)
Maybe, J (20.33)
Tidak tahu apa yang sedang
terjadi. Bagi Dian saat ini, dya memang merasa nyaman dengan Vino. Tapi Dian
baru saja mengalami masa masa yang sulit karena ditinggal pergi oleh orang yang
disayangnya. Kakak tingkat dia di jurusan, sekaligus kakak yang dia sayang,
meskipun bukan sebagai pacar telah pergi. Telah pulang ke tempatnya yang abadi
di syurga sana. Dan itu masih saja membuat luka yang dalam bagi dian.
Dear
diary,
Dee,
tau nda... tadi Vino sms yang sangat aneh ke aku. Apa mungkin dia suka sama aku
yaaa... heheheee... mimpi kali yeee, J. Memang, aku nyaman bersana dia. Tapi dia selama ini hanya
kuanggap sebagai teman akrab ku. Teman dekatku. Teman ku berbagi cerita. Dan
hanya teman.
Dee...
aku masih ingat sama Kak Rizal. Kenapa Kak Rizal pergi secepat itu dee...
kenapa harus pergi sebelum dia tau aku sayang sama dia. Kenapa dee???
Dian hanya bisa menangis dan
menangis saat menulis buku diary nya. Tidak tidak ingin melukai siapapun
terlebih orang yang dia sayang. Dian merasa harus jujur ke Vino, kalau untuk
saat ini dia hanya ingin sendiri dulu. Dia ingin memulai hidup yang baru. Belum
dengan perasaan cinta yang baru, karena dia tidak inggin menjadikan vino
sebagai pengganti mz rizal. Dian tidak ingin seperti itu.
Boleh
aku jujur Vin? (22.30)
Boleh
Di... apa??? (23.35)
Aku
mungkin... tidak pantas untuk kau sayangi. Untuk kau cintai. Untuk kau
perhatikan. Aku belum pantas ituk dapat itu semua. Maavkan aku Vin. (23.59)
Tiga hari berlalu sejak kejujuran
yang dialamatkan ke Vino. Tapi tidak ada kabar sama sekali dari Vino. Semua sms
tidak ada yang di balas oleh Vino. Dian mencoba membuka fb. Mengetik nama VINO
AGUS WARDANA. Ketemu...
Status in relationship with Queen
Decasari, sejak 2 hari yang lalu.
Mungkin inilah yang harus Dian
alami karena kejujuran yang dia lakukan. Dian menangis atas apa yang telah
terjadi. Kemarin dia baru saja dekat dengan Vino. Tapi ternyata kenyataan
berbicara lain. Dia sekarang dia jauh dengan Vino. Tidak tahu lagi apakah masih
bisa menjadi teman dekat seperti dulu. Tapi di lubuk hati Dian dia berfikir
itulah yang terbaik. Biarkan teman yang Dian sayang berbahagia dengan orang
lain, dari pada harus bersama dia, yang belum tentu hatinya bisa terbuka untuk
Vino. Tidak apa apa kehilangan seorang teman, yang penting dia bisa bahagia
dengan orang ya ng disayanginnya sekarang.
xxx
Butterfly
09 March 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar